Des 07, 2024 Jaringan Komputer

ROUTER

Pada dasarnya untuk komunikasi terjadi antara dua komputer. Misal Amir berkomunikasi dengan Badu dalam satu jaringan, bisa digambar sbb :

Jika terjadi komunikasi antara Amir dan Badu di jaringan yang lebih besar dimana bisa saja antara keduanya tidak berada pada jaringan sama, maka perlu penghubung diantara keduanya sehingga berhasil berhubungan.

Penghubung antara satu jaringan dengan jaringan yang lain disebut sebagai router. Konsepnya pengirim paket akan menguji tujuan dari paket apakah tujuan IP berada pada jaringan lokal? Jika tidak pengirim akan mengirimkan paket akan meminta bantuan ke router yang terhubung dengan pengirim dan paket diberikan ke router untuk diteruskan. Router yang diberi paket pada prinsipnya juga bekerja seperti pengirim paket tadi. Setiap router mengulangi cara yang sama sampai paket berada pada router yang mempunyai koneksi lokal dengan penerima.

Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, jaringan pengirim hanya tahu bahwa tujuan jauh dari router. Dan routerlah yang mengatur mekanisme pengiriman selain itu router juga memilih “jalan terbaik” untuk mencapai tujuan. Diberikan ilustrasi sederhana berikut :

Meneruskan sebuah paket via router sangatlah sederhana. Router dikoneksi langsung ke Amir sehingga dapat mengirim sebuah paket Ethernet ke Badu dengan menentukan alamat ethernetnya sebagai tujuan. Akan tetapi pada tingkat IP, tujuan akhir dari paket adalah Badu, bukan router. Dengan demikian Amir menset alamat tujuan IP ke IP Badu. Hasilnya adalah paket dengan pengalamatan sbb:

Dari tabel diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Source address : baik ethernet dan IP terhubung ke Amir.
 Alamt tujuan : Ethernet ke Router sedangkan IP tujuan ke Amir. Ethernet tujuan dalam paket hanya terkait dengan hop, sedangkan IP tujuan adalah tujuan paket.
 Ketika sebuah router menerima paket dengan IP address yang bukan miliknya, maka ini menjadi permintaan implisit untuk meneruskan paket ke tujuan.
 Sebuah mesin hanya bisa meneruskan paket ke router yang terkoneksi langsung dengannya. Dan digunakan mekanisme yang sama untuk mengirim ke sebuah router. Jika tidak ada router pada jaringan Amir, maka amir tidak dapat mengirim ke semua komputer diluar jaringannya.
 Router juga dapat melewatkan paket hanya ke host/router yang ada pada jaringan yang terkoneksi langsung kepadanya. Dengan demikian supaya router berfungsi, ia harus dikoneksikan langsung ke lebih dari satu jaringan.

Perjalanan melintasi jaringan ke banyak hop

 Setiap hop yang berubah adalah segmet ethernet dari tujuan
 Setiap hop adalah source ke router, router ke router atau router ke tujuan

Kita dapat mendiagnosa memakai tcpdump atau ethereal. Sehingga kita dapat memeriksa jalannya jaringan dan jika ada masalah bisa mengetahui masalah ada pada hop yang mana.
Berikut ini adalah ilustrasi perubahan alamat paket dari hop ke hop sampai data ke tujuan :

Jadi yang berubah hanya MAC Address, sedangkan nomor IP selalu sama.

Default Gateway

Router adalah komputer general purpose dengan dua atau lebih interface jaringan di dalamnya yang berfungsi hubungan 2 jaringan atau lebih, sehingga dia bisa meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Untuk jaringan kecil interfacenya adalah NIC Card, sehingga router mempunyai 2 NIC atau lebih yang bisa menghubungkan dengan jaringan lain. Untuk LAN kecil yang terhubung internet, salah satu interface adalah NIC card, dan interface yang lain adalah sembarang hardware jaringan leased line atau ISDN atau koneksi internet ADSL yang digunakan. Router bisa dibuat dari komputer yang difungsikan sebagai router, jadi tidak harus hardware. Defaukt gateway dari mesin merupakan sebuah router yang digunakan untuk meneruskan paket-paket ke jaringan yang lain. Biasanya LAN dikonfigurasi hanya mengetahui LAN miliknya dan default gatewaynya. Jika dalam suatu LAN tidak ada default gatewaynya maka LAN tersebut tidak bisa terkoneksi dengan jaringan lainnya. Jadi supaya dapat melakukan routing maka setting jaringan perlu ditambahkan satu lagi yaitu default gateway. Sekarang ada tiga parameter yang penting pada setting jaringan yaitu :

  1. IP Address
  2. Netmask
  3. Default Gateway.

Tabel Routing

Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data, maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus saya kirim ke jaringan yang mana? Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing yang berisi NETID dan Default gatewaynya.

Berikut ini adalah skenario pengiriman data dari komputer 192.168.1.5 ke komputer 192.168.2.36 :

Komputer 192.168.1.5 ingin mengirim data ke 192.168.2.36, menyadari bahwa alamat tujuan tidak berada di jaringan lokal, maka komputer mencari daftar “default gateway” pada property TCP/IP yaitu 192.168.1.13. Paket data kemudian dikirim ke Gateway tersebut.

Pada komputer 192.168.1.13 paket data tersebut kembali diperiksa, dan ditemukan pada tabel routing bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan 192.168.2 lewat IP 192.168.2.43

Via IP 192.168.2.43 akhirnya data dapat ditransmisi ke tujuan yaitu 192.168.2.36 Router yang mempunyai tabel routing yang dikelalo secara manual disebut sebagai static routing.

Tabel tersebut berisi daftar jaringan yang dapat dicapai oleh router tersebut.

Static routing dapat mempelajari jaringan yang berada disekelilingnya secara terbatas (bila hanya 2 jaringan), tapi bila terdapat banyak jaringan, maka administrator harus mengelola tabel routing tersebut secara cermat.

Dynamic routing adalah fungsi dari routing protocol yang berkomunikasi dengan router yang lain untuk saling meremajakan (update) tabel routing yang ada. Dengan demikian, administrator tidak perlu melakukan updating jalur (path) jika terjadi perubahan jalur transmisi (path). Dynamic routing umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang besar dan lebih kompleks.

Studi Kasus Jaringan Router – Komputer (direct)

Coba designkan saya sebuah jaringan sederhana seperti berikut ini

  1. Buat skema gambar menggunakan cisco packet tracher
  2. Aturlah IP Address untuk masing-masing computer sesuai dengan keterangan diatas…jangan
    lupa gateway
Contoh configurasi IP Address, subnet Mask dan gateway
  1. Untuk computer 2 bisa dicoba sendiri
  2. Selanjutnya mengatur konfigurasi ip address untuk router pada interface fa 0/0 dan fa 0/1
  3. Untuk fa 0/0 ip addressnya adalah 192.168.1.3 dengan subnet mask 255.255.255.0
  4. Untuk fa 0/1 ip addressnya adalah 172.10.10.20 dengan subnet mask 255.255.0.0
  5. Oke, langkahnya, klik 2x pada router, masuk tab CLI, ketikkan ini yang pertama
    a. Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
    b. Kemudian enter
    c. Router>enable
    d. Router#configure terminal
    e. Router(config)#interface fa 0/0
    f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0
    g. Router(config-if)#no shutdown
    h. Router(config-if)#exit
    i. Router(config)#interface fa 0/1
    j. Router(config-if)#ip address 172.10.10.20 255.255.0.0
    k. Router(config-if)#no shutdown
    l. Router(config-if)#exit
    m. Router(config)#exit
    n. Router#write
  6. Jika sudah selesai, silahkan temen-temen ping dari pc01 ke pc0 dan lihat hasilnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *