{"id":965,"date":"2024-11-30T13:39:13","date_gmt":"2024-11-30T13:39:13","guid":{"rendered":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/?p=965"},"modified":"2024-11-30T13:39:36","modified_gmt":"2024-11-30T13:39:36","slug":"permrogramanmikro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/","title":{"rendered":"PemrogramanMikro"},"content":{"rendered":"\n<p>Kode instruksi, bersama-sama dengan data, tersimpan di dalam memori. Seperti telah kita ketahui, sebuah instruksi merupakan suatu entitas yang kompleks yang pelaksanaannya tidak dapat diselesaikan dalam sebuah pulsa waktu tunggal. Karena itu, setelah menginterpretasikan kode biner suatu instruksi, CLU menghasilkan serangkaian perintah kendali, yang disebut sebagai <strong>instruksi-mikro<\/strong><strong> <\/strong><em>(microinstruction), <\/em>yang menjalankan instruksi tersebut. Untuk membedakan antara sebuah instruksi dan sebuah instruksi-mikro, seringkali instruksi-instruksi disebut sebagai <strong>instruksi-makro<\/strong><strong> <\/strong><em>(macroinstruction).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Instruksi-mikro merupakan operasi primitif tingkat rendah yang bertindak secara langsung pada sirkuit logika suatu komputer. Mereka memerinci fungsi\u00ad-fungsi (sinyal-sinyal) seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Membuka\/menutup suatu gerbang <em>(gate) <\/em>dari sebuah register ke sebuah bus.<\/li>\n\n\n\n<li>Mentransfer data sepanjang sebuah bus.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberi inisial sinyal-sinyal kendali seperti READ, WRITE, SHIFT, CLEAR dan SET.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengirimkan sinyal-sinyal waktu.<\/li>\n\n\n\n<li>Menunggu sejumlah periode waktu tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Menguji bit-bit tertentu dalam sebuah register.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Ada dua pendekatan pokok bagi perancangan sebuah CLU yaitu: rancangan <em>hard-wired <\/em>(atau <em>logika<\/em><em> random) <\/em>dan rancangan <em>microprogrammed<\/em><em>. <\/em>Pada pendekatan <em>hard-wired, <\/em>sejumlah gerbang <em>(gate), <\/em>counter dan register saling dihubungkan untuk menghasilkan sinyal-sinyal kendali. Setiap rancangan memerlukan sekelompok piranti logika dan hubungan yang berbeda-beda. Pada pendekatan <em>microprogrammed<\/em><em>, <\/em>dibentuk serangkaian instruksi-mikro, disebut sebagai sebuah <strong>program-<\/strong><strong>mikro<\/strong><strong>, <\/strong>untuk setiap instruksi-mikro dan disimpan dalam sebuah memori kendali (biasanya sebuah ROM) dalam CLU. Kemudian waktu yang diperlukan dan sinyal kendali dihasilkan dengan menjalankan suatu program-mikro untuk masing-masing instruksi-makro.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>KENDALI HARD-WIRED<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sewaktu sebuah instruksi ditempatkan dalam <strong>register <\/strong><strong>instruksi<\/strong><strong> <\/strong>(IR atau <em>instruction register), <\/em>CLU men-decode instruksi itu dan menghasilkan serangkaian instruksi-mikro. Ambillah contoh suatu komputer yang mempunyai 16 instruksi sehingga setiap instruksi dapat diberi kode dengan sebuah opcode 4-bit yang unik (Tentu saja, sisa word instruksi berisi informasi pengalamatan yang penting seperti register-register yang terlibat, address-address memori dan offset). Gambar berikut menunjukkan suatu kemungkinan implementasi decoder untuk opcode&nbsp; tersebut. <strong>Mnemonic<\/strong>-nya<strong> <\/strong>diperlihatkan berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"310\" height=\"543\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-38.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-967\" style=\"width:288px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-38.png 310w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-38-171x300.png 171w\" sizes=\"auto, (max-width: 310px) 100vw, 310px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 1. Dekoder Opcode 4 bit<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>LDR (Load suatu register dari memori)<br>LDM (Load memori dari suatu register)<br>ADR (Add ke register)<br>BRU (Branch\/percabangan tidak kondisional)<br>BRZ (Branch\/percabangan pada nol)<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap output decoder dapat digunakan untuk menghasilkan serangkaian instruksi-mikro. Instruksi-mikro ini dikendalikan oleh sinyal waktu dan beberapa kondisi status di dalam sistem.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap rangkaian instruksi-mikro dijalankan dalam suatu periode waktu yang disebut sebagai suatu <strong>siklus mesin <\/strong><em>(machine cycle). CLU <\/em>membagi-bagi siklus mesin menjadi serangkaian keadaan (state), <em>t<sub>o<\/sub>, t<sub>1<\/sub>, &#8230;, <\/em>sedemikian sehingga durasi tiap-tiap state sama dengan periode clock komputer. Kita dapat menghasil sinyal waktu ini dengan menggunakan sebuah counter ring atau, seperti ditunjuk kan pada Gambar 2(a), sebuah kombinasi counter-decoder. Sirkuit counter\u00addecoder ini menghasilkan suatu rangkaian berurutan atas empat state tersebut yang mengulanginya setiap empat pulsa waktu. Diagram waktu untuk sirkuit ini ditunjukkan pada Gambar 2(b).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"361\" height=\"543\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-39.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-968\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-39.png 361w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-39-199x300.png 199w\" sizes=\"auto, (max-width: 361px) 100vw, 361px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 2. Pembuatan Sinyal Waktu<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mengilustrasikan bagaimana sirkuit counter-decoder pada Gambar 2 menghasilkan sinyal waktu yang diperlukan untuk menjalankan sebuah instruksi komputer, perhatikan suatu instruksi ADD pada sebuah komputer pengalamatan tunggal. Untuk mem-fetch dan menjalankan instruksi ini, CLU harus melakukan langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:33.33%\">\n<p>t<sub>o<\/sub>: MAR \u00df (PC)<br>t<sub>1<\/sub>: MBR \u00df M[MAR]<br><br>t<sub>2<\/sub>:<sub> <\/sub>IR \u00df (MBR)\u00a0 <br>t<sub>3<\/sub>: MAR \u00df (IR|address operand)<br>t<sub>4<\/sub>: MBR \u00df M[MAR]<br>t<sub>5<\/sub>:<sub> <\/sub>ACC \u00df (ACC) + (MBR)<\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:66.66%\">\n<p>Isi PC dikirim ke MAR.<br>Isi lokasi memori yang dialamati diletakkan pada MBR dan PC bertambah 1.<br>Isi MBR dikirim ke IR.<br>Field address operand instruksi tersebut dikirim dari IR ke MAR.<br>Operand diletakkan pada MBR.<br>Isi MBR dan akumulator ditambahkan dan hasilnya diletakkan pada akumulator.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Sinyal waktu t<sub>4<\/sub> dan <sub>t5 <\/sub>ditunjukkan dalam tanda kurung pada Gambar 2(b).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>KENDALI MICROPROGRAMMED<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Istilah <em>program-<\/em><em>mikro<\/em><em> <\/em>pertama kali diungkapkan oleh MN Wilkes pada awal tahun 1950-an<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu unit logika kendali <em>hard-wired <\/em>memerlukan perancangan ulang perangkat keras secara ekstensif jika serangkaian instruksi harus dikembangkan atau jika fungsi sebuah instruksi harus diubah. Sebaliknya, dalam CLU <strong>microprogrammed, <\/strong>serangkaian instruksi mikro (program-mikro) yang berhubungan dengan masing-masing instruksi dalam kelompok instruksi tersimpan di dalam memori, hanya-baca <em>(ROM <\/em>atau <em>read-only memory) <\/em>yang disebut sebagai <strong>memori kendali. <\/strong>Oleh karena itu, arti sebuah instruksi dapat diubah dengan mengubah program-mikro yang bersesuaian dengan instruksi tersebut dan kelompok instruksi dapat dikembangkan hanya dengan menyertakan ROM tambahan yang berisi program-mikro yang bersesuaian. Sebagai hasilnya, perubahan perangkat keras yang diperlukan dalam CLU dapat diusahakan sampai batas minimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat di mana program-mikro dapat diubah oleh pemakai, bervariasi dari suatu komputer ke komputer lainnya. Beberapa komputer tidak memungkinkan adanya perubahan, sedangkan yang lainnya memungkinkan sebagian perubahan dan yang lainnya lagi tidak memiliki kelompok instruksi yang tetap namun sebagai pengganti memungkinkan pemakai untuk melakukan pemrograman-mikro atas kelompok instruksi yang dibentuk sesuai dengan peruntukkan aplikasi komputer tersebut. Konsekuensinya, suatu CLU <em>microprogrammed<\/em><em> <\/em>disebut sebagai <em>microprogrammable<\/em><em> <\/em>(dapat diprogram secara mikro)<\/p>\n\n\n\n<p>Organisasi CLU Microprogramed<\/p>\n\n\n\n<p>Organisasi pokok sebuah CLU <em>microprogrammed <\/em>ditunjukkan pada Gambar 3 Instruksi-makro disimpan dalam memori utama dan diakses melalui <em>memori<\/em> <em>address register <\/em>(MAR) dan <em>memory buffer register <\/em>(MBR). Instruksi di-fetch ke dalam register instruksi (IR atau <em>instruction register) <\/em>dan <strong>pengendali-mikro <\/strong><em>(microcontroller <\/em>atau <em>sequencer) <\/em>menjalankan program-mikro yang bersesuaian. Address awal program-mikro di-load ke dalam <strong>register address kendali <\/strong>(CAR\u00a0 atau <em>control address register) <\/em>dan kemudian memori kontrol mentransfer instruksi-mikro pertama ke dalam <strong>register buffer kendali <\/strong><em>(CBR <\/em>atau <em>control buffer<sup>,<\/sup> register). <\/em>Dengan mem-fetch sebuah instruksi-mikro dari memori kontrol berarti kita menyatakan sebuah <strong>siklus-mikro, <\/strong>yaitu waktu di mana instruksi-mikro di\u00addecode untuk menghasilkan sinyal kendali yang diperlukan untuk menjalankan\u00adnya. CAR secara normal bertambah 1 pada tiap-tiap pulsa waktu sehingga ia dapat mengalamati instruksi-mikro berikutnya secara berurutan. Namun, perhatikan bahwa rangkaian tersebut dapat diubah oleh kondisi-kondisi yang terjadi di dalam atau di luar CLU, yang mungkin menyebabkan pengendali-mikro <em>(micrc\u00adcontroller) <\/em>meningkatkan CAR dengan lebih dari 1. Jika ada operand yang diperlukan untuk suatu instruksi tertentu maka informasi address dalam IR di-decode untuk melengkapi lokasi operand.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"724\" height=\"540\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-40.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-969\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-40.png 724w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-40-300x224.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 724px) 100vw, 724px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 3 Organisasi sebuah CLU Microprogrammed.<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kode instruksi, bersama-sama dengan data, tersimpan di dalam memori. Seperti telah kita ketahui, sebuah instruksi merupakan suatu entitas yang kompleks yang pelaksanaannya tidak dapat diselesaikan dalam sebuah pulsa waktu tunggal. Karena itu, setelah menginterpretasikan kode biner suatu instruksi, CLU menghasilkan serangkaian perintah kendali, yang disebut sebagai instruksi-mikro (microinstruction), yang menjalankan instruksi tersebut. Untuk membedakan antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":""},"categories":[73],"tags":[],"class_list":["post-965","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-organisasi-sistem-komputer"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PemrogramanMikro - eko&#039;s Article<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PemrogramanMikro - eko&#039;s Article\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kode instruksi, bersama-sama dengan data, tersimpan di dalam memori. Seperti telah kita ketahui, sebuah instruksi merupakan suatu entitas yang kompleks yang pelaksanaannya tidak dapat diselesaikan dalam sebuah pulsa waktu tunggal. Karena itu, setelah menginterpretasikan kode biner suatu instruksi, CLU menghasilkan serangkaian perintah kendali, yang disebut sebagai instruksi-mikro (microinstruction), yang menjalankan instruksi tersebut. Untuk membedakan antara [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"eko&#039;s Article\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-30T13:39:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-30T13:39:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-38.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\"},\"headline\":\"PemrogramanMikro\",\"datePublished\":\"2024-11-30T13:39:13+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-30T13:39:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/\"},\"wordCount\":898,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\"},\"articleSection\":[\"Organisasi Sistem Komputer\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/\",\"url\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/\",\"name\":\"PemrogramanMikro - eko's Article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-11-30T13:39:13+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-30T13:39:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PemrogramanMikro\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/\",\"name\":\"eko's Article\",\"description\":\"Artikel-artikel artikel bermanfaat bagi pengunung, dari berbagai tema, baik Tekonologi, Edukasi, Politik, Ekonomi, Religi dan lain-lain\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/\"},\"url\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PemrogramanMikro - eko's Article","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"PemrogramanMikro - eko's Article","og_description":"Kode instruksi, bersama-sama dengan data, tersimpan di dalam memori. Seperti telah kita ketahui, sebuah instruksi merupakan suatu entitas yang kompleks yang pelaksanaannya tidak dapat diselesaikan dalam sebuah pulsa waktu tunggal. Karena itu, setelah menginterpretasikan kode biner suatu instruksi, CLU menghasilkan serangkaian perintah kendali, yang disebut sebagai instruksi-mikro (microinstruction), yang menjalankan instruksi tersebut. Untuk membedakan antara [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/","og_site_name":"eko's Article","article_published_time":"2024-11-30T13:39:13+00:00","article_modified_time":"2024-11-30T13:39:36+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/image-38.png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c"},"headline":"PemrogramanMikro","datePublished":"2024-11-30T13:39:13+00:00","dateModified":"2024-11-30T13:39:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/"},"wordCount":898,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c"},"articleSection":["Organisasi Sistem Komputer"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/","url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/","name":"PemrogramanMikro - eko's Article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website"},"datePublished":"2024-11-30T13:39:13+00:00","dateModified":"2024-11-30T13:39:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2024\/11\/30\/permrogramanmikro\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PemrogramanMikro"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/","name":"eko's Article","description":"Artikel-artikel artikel bermanfaat bagi pengunung, dari berbagai tema, baik Tekonologi, Edukasi, Politik, Ekonomi, Religi dan lain-lain","publisher":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"logo":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/"},"url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=965"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":971,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/965\/revisions\/971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}