{"id":832,"date":"2023-12-23T23:10:33","date_gmt":"2023-12-23T23:10:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/?p=832"},"modified":"2023-12-23T23:10:35","modified_gmt":"2023-12-23T23:10:35","slug":"komputer-pipeline","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/","title":{"rendered":"KOMPUTER PIPELINE"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Komputer pipeline<em> <\/em><\/strong>konsep akan kita jelaskan sebagai berikut<strong><em>. Throughput<\/em>,<\/strong> didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu. Salah satu teknik yang mendorong peningkatan suatu sistem <em>throughput<\/em> yang cukup hebat disebut sebagai <strong>pemrosesan pipeline<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemrosesan pipeline dalam suatu komputer diperoleh dengan membagi suatu fungsi yang akan dijalankan menjadi beberapa subfungsi yang lebih kecil dan merancang perangkat keras yang terpisah, disebut sebagai <strong>tingkatan<\/strong> (stage), untuk setiap subfungsi. Stage-stage ini kemudian dihubungkan bersama-sama dan membentuk sebuah <strong>pipeline<\/strong> tunggal (atau <strong>pipe<\/strong>) untuk menjalankan fungsi asli tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>contoh:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"166\" height=\"213\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image.png\" alt=\"adder floating point\" class=\"wp-image-833\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 1 Adder Floating Point<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Perhatikan fungsi penambahan dua angka floating-point. Fungsi tersebut dapat kita bagi menjadi tiga subfungsi terpisah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sejajarkan mantisa-mantisa yang ada<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahkan mantisa-mantisa tersebut<\/li>\n\n\n\n<li>Normalisasikan hasilnya<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Jika kita merancang sebuah stage perangkat keras untuk setiap subfungsi ini, kita dapat menyusun fungsi tersebut sebagai pipeline tiga stage seperti diperlihatkan pada gambar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"182\" height=\"346\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-1.png\" alt=\"Komputer pipeline pemrosesan pipeline\" class=\"wp-image-834\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-1.png 182w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-1-158x300.png 158w\" sizes=\"auto, (max-width: 182px) 100vw, 182px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 2 Pemrosesan pipeline pada sebuah adder floating-point<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"774\" height=\"902\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-2.png\" alt=\"kemajuan angka-angka adder floating point\" class=\"wp-image-835\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-2.png 774w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-2-257x300.png 257w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-2-768x895.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 774px) 100vw, 774px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 3 Kemajuan angka-angka melalui suatu adder pipeline<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SINKRONISASI PADA KOMPUTER PIPELINE<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada semua baris perakitan industry, efisiensi suatu pipeline dapat berkurang jauh akibat <strong>bottleneck<\/strong>. Suatu <em>bottleneck<\/em> terjadi sewaktu pemrosesan pada suatu stasiun, atau stage, menghabiskan waktu lebih lama daripada stage lainnya. Karena itu, idealnya, kita menginginkan agar setiap stage dalam suatu pipe menghabiskan jumlah waktu proses yang <em>sama<\/em>. Meskipun kita dapat memisahkan suatu fungsi menjadi beberapa subfungsi dengan waktu proses yang relative sama, perbedaan logika dari setiap stage akan menyukarkan kita untuk menghasilkan waktu proses yang sama pada setiap stage. Untuk menyamakan waktu yang diperlukan pada setiap stage maka stage-stage tersebut harus <strong>disinkronisasikan<\/strong>. Hal ini biasa dilakukan dengan menyisipkan <strong>kunci-kunci<\/strong> (latch) sederhana(register cepat), antara stage-stage tersebut. Gambar 4 memperlihatkan sebuah pipeline <strong>linier<\/strong> dasar dimana setiap stage benar-benar sirkuit kombinasional yang terpisah dari stage berikutnya dari pipeline oleh adanya latch. Ada juga latch, masing-masing pada bagian pipe paling awal dan satu lagi pada bagian akhir untuk memaksa input yang sinkron dan memastikan output yang sinkron.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"845\" height=\"129\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-3.png\" alt=\"Komputer pipeline linier dasar\" class=\"wp-image-836\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-3.png 845w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-3-300x46.png 300w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-3-768x117.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 845px) 100vw, 845px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 4 Pipeline linier dasar (S = stage)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"537\" height=\"213\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-4.png\" alt=\"pipeline periode clock\" class=\"wp-image-837\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-4.png 537w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-4-300x119.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 537px) 100vw, 537px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 5 Periode clock pada sebuah pipeline<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Waktu yang diperlukan untuk lewat dari suatu latch melalui stage ke latch berikutnya disebut sebagai <strong>penangguhan clock<\/strong> (<em>clock delay<\/em>) dan diperlihatkan pada gambar 5. Karena hanya ada satu keseragaman penangguhan clock untuk seluruh pipeline maka latch disinkronkan sesuai dengan waktu proses maksimum pada masing-masing stage individual dalam pipeline tersebut. Bahkan jika hanya ada satu stage tersebut yang mempunyai waktu proses terpanjang maka penangguhan clock di-set sebesar waktu proses yang paling lama. Dengan demikian suatu prinsip perancangan yang berhubungan dengan efisiensi adalah dengan membagi fungsi yang sedang di-pipeline menjadi beberapa subfungsi yang memiliki implementasi perangkat keras dengan waktu proses yang relative sama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>EFISIENSI KOMPUTER PIPELINE<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk mengilustrasikan operasi-operasi yang saling tumpang tindih dalam pipeline linier digunakan suatu <strong>diagram ruang dan waktu<\/strong> (<em>space-time diagram<\/em>). Gambar 6 memperlihatkan diagram semacam itu untuk sebuah pipeline tiga-stage. Tiap stage diwakili oleh sumbu ruang. Tugas-tugas yang diperlihatkan dalam diagram itu berhubungan dengan sekelompok input yang bergerak sepanjang pipeline. Diagram tersebut menunjukkan kelompok input mana, atau tugas, pada stage yang mana dalam pipe tersebut dan pada penangguhan clock yang mana. Dalam gambar tersebut, inputnya terus berlanjut, dimana hal tersebut sangan efisien tetapi tidak selalu terjadi demikian. Terkadang kelompok input yang baru tidak langsung tersedia atau, seperti yang akan kita lihat nanti, terlambat. Dalam hal ini, kita mungkin akan mempunyai diagram ruang-waktu seperti pada gambar 7. Disini kelompok input kedua, <em>T<sub>2<\/sub><\/em>, menunggu satu penangguhan clock lebih lama sebelum masuk ke dalam pipe; input <em>T<sub>3<\/sub><\/em> segera menyusul setelah input <em>T<sub>2<\/sub><\/em>; daninput T<sub>4<\/sub> menunggu tiga penangguhan clock tambahan sebelum masuk ke dalam pipe.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"449\" height=\"261\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-5.png\" alt=\"Komputer pipeline diagram ruang waktu\" class=\"wp-image-838\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-5.png 449w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-5-300x174.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 449px) 100vw, 449px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 6 Diagram ruang-waktu untuk sebuah pipeline<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"583\" height=\"255\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-6.png\" alt=\"diagram ruang waktu dengan input yang terlambat\" class=\"wp-image-839\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-6.png 583w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-6-300x131.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 583px) 100vw, 583px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 7 Diagram ruang-waktu dengan input yang terlambat<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Dengan melihat pada diagram ruang dan waktu sebuah pipeline, kita dapat menentukan <em>throughput<\/em> pipeline tersebut, yang merupakan jumlah hasil yang dapat diselesaikan per satuan waktu. Tingkat kecepatan ini merefleksikan kecepatan hitung pipeline tersebut. Untuk menghitung <em>throughput<\/em> itu, pada umumnya kita mengabaikan <strong>waktu startup awal<\/strong> (<em>initial starup time<\/em>) yang diperlukan untuk mengisi pipe, yaitu waktu yang diperlukan agar kelompok input pertama memenuhi seluruh pipe tersebut. Sebagai contoh, mari kita perhatikan pipeline yang ditunjukkan pada gambir 6. Waktu startup awal pipeline ini adalah tiga penangguhan clock. Pada penangguhan clock yang kedelapan, hasil kelima sudah tersedia. Karena itu <em>throughput<\/em>-nya adalah 5\/(8-3), yaitu sama dengan 1. Hal ini berarti bahwa setelah pengisian pipeline, akan tersedia satu hasil pada setiap penangguhan clock. Demikian pula <em>throughput<\/em> yang diperlihatkan pada gambar 7 adalah 4\/(11-3)=0,5. Ini berarti rata-rata 0,5 hasil akan tersedia pada setiap penangguhan clock, atau satu hasil setiap dua penangguhan clock. Jadi secara umum, semakin tinggi throughput-nya semakin tinggi pula efisiensi pipeline tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Harga sebuah pipeline dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tambahan kunci (latch) perangkat keras yang diperlukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kendali yang diperlukan untuk penjadwalan input.<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu yang dihabiskan oleh data dalam latch untuk menyesuaikan diri dengan suatu penangguhan clock yang seragam.<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlah rata-rata input yang tersedia agar penggunaan pipeline menjadi efisien.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Faktor terakhir, lebih daripada yang lainnya, menentukan titik potong (<em>cutoff point<\/em>) apakah proses pipeline lebih baik atau tidak. Tidak perduli seberapa efisien suatu pipeline, jika ia akan digunakan untuk satu kelompok input pada suatu waktu, semua overhead yang diperlukan untuk mem-pipeline fungsi tersebut akan membuatnya lebih lambat dan lebih mahal dibangdingkan dengan suatu fungsi yang tidak di-pipeline-kan. Namun jika jumlah kelompok input yang akan diproses pada basis regular sangat besar maka overhead pipeline tersebut lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>KLASIFIKASI PIPELINE<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pipeline dapat kita klasifikasikan menurut fungsi dan konfigurasinya. Secara fungsional, mereka dikalsifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu: pipelining aritmatika, instruksi dan prosesor. <a href=\"https:\/\/dl.acm.org\/doi\/10.1145\/356683.356687\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ramamoorthy dan Li<\/a> (1977) mengajukan tiga skema untuk mengklasifikasikan pipeline menurut konfigurasi dan strategi kendalinya: unifungsi atau multifungsi; statis atau dinamis; scalar atau vector.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Klasifikasi Berdasarkan Fungsi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pipelining aritmatika<\/strong>. Proses segmentasi fungsi dari ALU dari system yang muncul dalam kategori ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pipelining instruksi<\/strong>. Dalam suatu computer nonpipeline, CPU bekerja melalui suatu siklus yang berkesinambungan dari fetch-decode-eksekusi untuk semua instrusksinya. Proses fetch suatu instrusksi tidak akan dimulai sampai eksekusi instruksi sebelumnya selesai. Untuk mem-pipeline fungsi ini, instruksi-instruksi yang berdampingan di-fetch dari memori ketika instruksi yang sebelumnya di-decode dan dijalankan. Proses pipelining instruksi, disebut juga <strong>instruction lihat-ke-muka<\/strong> (<em>look ahead<\/em>), mem-fetch instruksi secara berurutan. Dengan demikian, jika suatu instruksi menyebabkan percabangan keluar dari urutan itu maka pipe akan dikosongkan dari seluruh instrusksi yang telah di-fetch sebelumnya dan instruksi percabangan (<em>branched-to instruction<\/em>) tersebut di-fetch.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>Perhatikan pipeline <em>look-ahead<\/em> tiga-stage pada Gambar 8(a). Anggap bahwa instruksi I<sub>2<\/sub> merupakan cabang ke instruksi I<sub>k<\/sub>. Karena itu pipeline harus dikosongkan dari semua instruksi yang telah di-fetch sebelumnya, dalam kasus ini I<sub>3<\/sub> dan I<sub>4<\/sub>. Hal ini diperlihatkan pada diagram ruang-waktu pada Gambar 8.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"450\" height=\"353\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-7.png\" alt=\"Komputer pipeline instruksi look ahead\" class=\"wp-image-840\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-7.png 450w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-7-300x235.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 8 Pipelining instruksi look-ahead<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Pipelining prosesor<\/strong>. Sewaktu stage dari suatu pipeline merupakan procedure actual dan latch-latch saling berbagi memori antara prosesor-prosesor tersebut maka pipelining tersebut disebut pipelining prosesor.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"573\" height=\"109\" src=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-8.png\" alt=\"pipeline multiprocessor\" class=\"wp-image-841\" srcset=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-8.png 573w, https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image-8-300x57.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 573px) 100vw, 573px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 9 Pipeline multiprosesor<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Klasifikasi Berdasarkan Konfigurasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Unifungsi versus multifungsi<\/strong>. Kemampuan suatu pipeline menjalankan satu jenis pokok operasi disebut sebagai <strong>pipeline unifungsi<\/strong>. Misalnya perkalian floating-point mensyaratkan pipeline agar juga menjalankan operasi yang sama setiap kelompok input. Jika pipeline dapat menjalankan fungsi-fungsi yang berbeda maka disebut sebagai <strong>pipeline multifungsi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Statis versus Dinamis<\/strong>. Ketika instruksi-instruksi yang berjenis sama akan dijalankan secara bersamaan waktunya maka digunakan <strong>pipeline statis<\/strong>. Dengan pipeline dinamis, beberapa konfigurasi fungsional dapat muncul sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Skalar versus Vektor<\/strong>. Suatu <strong>pipeline skalar<\/strong> memproses serangkaian operasi skalar pada operasi skalar. <strong>Pipeline vector<\/strong> dirancang untuk memproses instruksi vector dengan menggunakan operand vektor.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Materi Organisasi Sistem Komputer (OSK):<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"http:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/09\/17\/organisasi-sistem-komputer\/\">Pendahuluan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/09\/20\/sistem-bilangan-operasi-aritmatika\/\">Sistem Bilangan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/09\/30\/rangkaian-logika\/\">Rangkaian Logika<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/10\/07\/organisasi-komputer-dasar\/\">Organisasi Komputer Dasar<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Komputer Pipeline<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>My Youtube Channel:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@ekomartantoh\">https:\/\/www.youtube.com\/@ekomartantoh<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komputer pipeline konsep akan kita jelaskan sebagai berikut. Throughput, didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu. Salah satu teknik yang mendorong peningkatan suatu sistem throughput yang cukup hebat disebut sebagai pemrosesan pipeline. Pemrosesan pipeline dalam suatu komputer diperoleh dengan membagi suatu fungsi yang akan dijalankan menjadi beberapa subfungsi yang lebih kecil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":""},"categories":[73],"tags":[],"class_list":["post-832","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-organisasi-sistem-komputer"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>KOMPUTER PIPELINE - eko&#039;s Article komputer pipeline<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Komputer pipeline konsep. Throughput, didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KOMPUTER PIPELINE - eko&#039;s Article komputer pipeline\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Komputer pipeline konsep. Throughput, didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"eko&#039;s Article\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-23T23:10:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-23T23:10:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\"},\"headline\":\"KOMPUTER PIPELINE\",\"datePublished\":\"2023-12-23T23:10:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-23T23:10:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/\"},\"wordCount\":1209,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\"},\"articleSection\":[\"Organisasi Sistem Komputer\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/\",\"url\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/\",\"name\":\"KOMPUTER PIPELINE - eko's Article komputer pipeline\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-12-23T23:10:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-23T23:10:35+00:00\",\"description\":\"Komputer pipeline konsep. Throughput, didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KOMPUTER PIPELINE\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/\",\"name\":\"eko's Article\",\"description\":\"Artikel-artikel artikel bermanfaat bagi pengunung, dari berbagai tema, baik Tekonologi, Edukasi, Politik, Ekonomi, Religi dan lain-lain\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/\"},\"url\":\"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KOMPUTER PIPELINE - eko's Article komputer pipeline","description":"Komputer pipeline konsep. Throughput, didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"KOMPUTER PIPELINE - eko's Article komputer pipeline","og_description":"Komputer pipeline konsep. Throughput, didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu.","og_url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/","og_site_name":"eko's Article","article_published_time":"2023-12-23T23:10:33+00:00","article_modified_time":"2023-12-23T23:10:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/image.png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c"},"headline":"KOMPUTER PIPELINE","datePublished":"2023-12-23T23:10:33+00:00","dateModified":"2023-12-23T23:10:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/"},"wordCount":1209,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c"},"articleSection":["Organisasi Sistem Komputer"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/","url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/","name":"KOMPUTER PIPELINE - eko's Article komputer pipeline","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website"},"datePublished":"2023-12-23T23:10:33+00:00","dateModified":"2023-12-23T23:10:35+00:00","description":"Komputer pipeline konsep. Throughput, didefinisikan sebagai jumlah pemrosesan yang dapat dikerjakan dalam suatu interval tertentu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/2023\/12\/23\/komputer-pipeline\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KOMPUTER PIPELINE"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/","name":"eko's Article","description":"Artikel-artikel artikel bermanfaat bagi pengunung, dari berbagai tema, baik Tekonologi, Edukasi, Politik, Ekonomi, Religi dan lain-lain","publisher":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/60372cd08272aa24bdef56303024243c","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70ef551982f01009a8cc91f680dccfb897d7c600c65450567cfe6f2d18547c74?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"logo":{"@id":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/"},"url":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=832"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":842,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/832\/revisions\/842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ekomartantoh.net\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}